Wednesday, December 19, 2012
Tuesday, December 4, 2012
Horee...Rumah di Bawah Tipe 36 di Subsidi Lagi
Jakarta—Propertykita: Kabar gembira bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Jika belakangan ini MBR tidak bisa membeli rumah tipe kecil namun sejak Rabu (3/10), MBR bisa kembali menikmati hunian dengan harga terjangkau. Program subsidi perumahan rakyat kembali diperbolehkan memasarkan rumah dengan tipe luas 21 m² dari sebelumnya yang dibatasi minimal tipe 36 m².
Hal itu didasarkan pada keputusan Mahkamah
Konstitusi yang membatalkan ketentuan pasal 22 ayat 3 UU No.1/2011
tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman yang mengatur luas lantai rumah
minimal 36 m². "Pasal 22 ayat 3 itu bertentangan dengan UUD 1945 dan
tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat," tegas Mahfud MD, Ketua
Mahkamah Konstitusi saat membacakan amar putusan lembaga itu pada Rabu 3
Oktober, sebagaimana dikutip dari Kantor Berita Antara.
Pasal yang dibatalkan MK itu memuat
diktum,"Luas lantai rumah tunggal dan rumah deret memiliki ukuran paling
sedikit 36 meter persegi." Dalam pertimbangannya, MK menilai pasal itu
mengandung norma pengaturan yang tidak sesuai dengan pertimbangan
keterjangkauan daya beli oleh sebagian masyarakat, terutama masyarakat
berpenghasilan rendah.
Ketua DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan
Kawasan Permukiman (Apersi) Eddy Ganefo mengatakan putusan yang dibuat
MK sudah sesuai dengan semangat keadilan bagi masyarakat ekonomi paling
bawah.
"Hukum sudah berpihak kepada masyarakat
berpenghasilan rendah yang selama ini tidak bisa mendapatkan program
subsidi dari pemerintah karena adanya pembatasan tipe rumah. Sekarang
yang cuma mampu beli tipe 21 m² sudah bisa mendapatkan subsidi lagi,"
katanya menanggapi putusan MK tersebut.
Sementara
itu Daniel Djumali, Bendahara Umum DPP Apersi mengatakan, dengan putusan
ini, maka MBR bisa kembali membeli RSH sesuai daya beli MBR.
“Diharapkan dengan putusan ini program FLPP yang telah digulirkan
Kemenpera juga dapat lebih mencapai sasaran sesuai rencana. Ini
merupakan win-win solution bagi semua pihak, termasuk bagi pengembang dan bank pelaksana FLPP terutama Bank BTN,” pungkasnya. (Prokit) photo: ist
Friday, November 30, 2012
Kemenpera Salurkan Dana FLPP 350 Ribu Rumah
Nasional | Kamis, 29 November 2012 14:45 WIB
Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian
Perumahan Rakyat menargetkan dapat menyalurkan dana fasilitas likuiditas
pembiayaan perumahan (FLPP) untuk 350 ribu unit rumah, dengan total
anggaran Rp2,7 triliun pada tahun 2013.
"Saat ini sudah enam bank swasta nasional dan 14 bank pembangunan daerah (BPD) yang telah bekerja sama dengan Kemenpera untuk penyaluran FLPP," kata Asisten Deputi Perencanaan Pembiayaan Perumahan Kemenpera Iwan Nurwanto di Jakarta, Kamis (29/11).
Untuk itu, Kemenpera juga terus mengutarakan harapannya agar terdapat adanya partisipasi aktif dari sejumlah perbankan, untuk menyalurkan dana FLPP tersebut.
Selain itu, lanjutnya, pemerintah melalui Kemenpera juga telah meminta para pengembang untuk meningkatkan jumlah pasokan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Indonesia.
"Selain bekerjasama dengan perbankan kami juga menggandeng asosiasi pengembang untuk ikut meningkatkan pasokan rumah untuk masyarakat," kata Iwan.
Ia juga mengemukakan, keenam bank swasta nasional yang telah bekerja sama dengan Kemenpera adalah Bank BTN, Bank BTN Syariah, BNI, BRI, BRI Syariah, dan Bank Mandiri.
Sedangkan 14 bank pembangunan daerah yang bekerja sama dengan Kemenpera antara lain BPD Jawa Tengah, BPD NTT, BPD Jawa Timur Syariah, BPD Kalimantan Tengah, dan BPD Sulawesi Tenggara.
Bank pembangunan daerah lainnya adalah BPD Papua, BPD Riau Kepri, BPD Sumatera Utara Konvensional, BPD Sumatera Utara Syariah, BPD Kalimantan Selatan, BPD Sumsel Babel, BPD Jawa Timur, BPD DIY, Bank Nagari, dan Bank Kalimantan Timur.
Berdasarkan data Kemenpera, Bank BTN (syariah dan konvensional) memiliki kontribusi yang signifikan sampai dengan 99,2 persen dari penyerapan FLPP.
"Kami harap bank-bank lainnya juga bisa meningkatkan penyerapan FLPP sehingga lebih banyak lagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang memiliki rumah yang layak huni," katanya.
Sebagaimana diketahui, kinerja penyaluran FLPP yang telah dilaksanakan Kemenpera bersama sejumlah bank penyalur dari tahun 2010 hingga 2012 telah mencapai angka 152.885 unit rumah dengan nilai dana FLPP Rp5,24 triliun.
Sedangkan hingga pertengahan bulan November 2012, Badan Layanan Umum Pusat Pembiayaan Perumahan Kemenpera telah menyalurkan dana FLPP untuk 35.340 unit senilai Rp1,03 triliun.
"Kami targetkan hingga akhir tahun 2012 setidaknya bisa tersalurkan dana FLPP untuk sekitar 80.000 unit. Hal itu dikarenakan masih ada sekitar 20.000 hingga 22.000 unit rumah hasil konversi KPR FLPP dari Bank BTN," katanya.(Ant/DNI)
Sumber : http://www.metrotvnews.com/metromain/news/2012/11/29/115790/Kemenpera-Salurkan-Dana-FLPP-350-Ribu-Rumah
"Saat ini sudah enam bank swasta nasional dan 14 bank pembangunan daerah (BPD) yang telah bekerja sama dengan Kemenpera untuk penyaluran FLPP," kata Asisten Deputi Perencanaan Pembiayaan Perumahan Kemenpera Iwan Nurwanto di Jakarta, Kamis (29/11).
Untuk itu, Kemenpera juga terus mengutarakan harapannya agar terdapat adanya partisipasi aktif dari sejumlah perbankan, untuk menyalurkan dana FLPP tersebut.
Selain itu, lanjutnya, pemerintah melalui Kemenpera juga telah meminta para pengembang untuk meningkatkan jumlah pasokan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Indonesia.
"Selain bekerjasama dengan perbankan kami juga menggandeng asosiasi pengembang untuk ikut meningkatkan pasokan rumah untuk masyarakat," kata Iwan.
Ia juga mengemukakan, keenam bank swasta nasional yang telah bekerja sama dengan Kemenpera adalah Bank BTN, Bank BTN Syariah, BNI, BRI, BRI Syariah, dan Bank Mandiri.
Sedangkan 14 bank pembangunan daerah yang bekerja sama dengan Kemenpera antara lain BPD Jawa Tengah, BPD NTT, BPD Jawa Timur Syariah, BPD Kalimantan Tengah, dan BPD Sulawesi Tenggara.
Bank pembangunan daerah lainnya adalah BPD Papua, BPD Riau Kepri, BPD Sumatera Utara Konvensional, BPD Sumatera Utara Syariah, BPD Kalimantan Selatan, BPD Sumsel Babel, BPD Jawa Timur, BPD DIY, Bank Nagari, dan Bank Kalimantan Timur.
Berdasarkan data Kemenpera, Bank BTN (syariah dan konvensional) memiliki kontribusi yang signifikan sampai dengan 99,2 persen dari penyerapan FLPP.
"Kami harap bank-bank lainnya juga bisa meningkatkan penyerapan FLPP sehingga lebih banyak lagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang memiliki rumah yang layak huni," katanya.
Sebagaimana diketahui, kinerja penyaluran FLPP yang telah dilaksanakan Kemenpera bersama sejumlah bank penyalur dari tahun 2010 hingga 2012 telah mencapai angka 152.885 unit rumah dengan nilai dana FLPP Rp5,24 triliun.
Sedangkan hingga pertengahan bulan November 2012, Badan Layanan Umum Pusat Pembiayaan Perumahan Kemenpera telah menyalurkan dana FLPP untuk 35.340 unit senilai Rp1,03 triliun.
"Kami targetkan hingga akhir tahun 2012 setidaknya bisa tersalurkan dana FLPP untuk sekitar 80.000 unit. Hal itu dikarenakan masih ada sekitar 20.000 hingga 22.000 unit rumah hasil konversi KPR FLPP dari Bank BTN," katanya.(Ant/DNI)
Sumber : http://www.metrotvnews.com/metromain/news/2012/11/29/115790/Kemenpera-Salurkan-Dana-FLPP-350-Ribu-Rumah
Wednesday, November 7, 2012
GCC CLUSTER VIOALA
DAPATKAN RUMAH DILOKASI PALING BERKEMBANG
Dapatkan rumah terbaru dari Grand Cikarang City...
Kunjungi Stand Pameran kami di Giant Jababeka Cikarang 03 s.d 17 Nopember 2012.
Info : Bpk. Puji 021 - 958 33 192
Dapatkan rumah terbaru dari Grand Cikarang City...
Kunjungi Stand Pameran kami di Giant Jababeka Cikarang 03 s.d 17 Nopember 2012.
(Klik Gambar, Download, Lihat untuk Memperbesar)
Info : Bpk. Puji 021 - 958 33 192
Wednesday, May 30, 2012
Subscribe to:
Posts (Atom)










